Sabtu, 15 Maret 2014
Palang
Merah Indonesia
Seminar
Nasional
Cepat, Tanggap dalam Mengantisipasi
Bencana Alam
Depok,
22 April 2013
Bencana
Alam sering melanda masyarakat dalam dekade ini, seperti Gempa Bumi, Tanah
Longsor, Banjir dan lain sebagainya. Akan tetapi, masyarakat Indonesia jarang
sekali mengetahui cara mengantisipasi dan menanggulangi Bencana Alam tersebut.
Lalu, untuk mengantisipasi dan menanggulangi Bencana Alam tersebut, tindakan
apa yang harus dilakukan oleh masyarakat?
Pertanyaan
itulah yang akan dibahas dalam Seminar Nasional yang akan dilaksanakan pada 29 April
2013 di Jakarta. Materi dalam seminar ini akan diisi oleh ketua umum Palang
Merah Indonesia yaitu Drs. H.
Muhammad Jusuf Kalla, dan Ketua SAR Indonesia yaitu Daryatmo. Selain
itu, masyarakat tidak hanya akan mendapat wawasan tetapi peserta juga mendapat
snack dan sertifikat, Seminar ini gratis untuk umum. Terdapat hiburan musik
yang diisi oleh penyanyi dan band-band ternama di Ibu Kota seperti, kotak band,
nidji band, dan marcell, serta citra scholastika.
Seminar
Cuma-Cuma ini diharapkan akan memberi wawasan dan solusi bagi masyarakat
mengenai cara mengantisipasi dan menanggulangi Bencana Alam. Akankah masyarakat
tetap tidak beraksi dalam mengantisipasi dan menanggulangi Bencana Alam?
Ataukah masyarakat tanggap dan beraksi dalam mengantisipasi dan menanggulangi
Bencana Alam?
Contact Person:
Ocvita Ardhiani,
Humas Publication
Palang Merah
Indonesia
Jalan Gatot Subroto
Kav.96 Mampang Prapatan
Kel : Mampang, Kec :
Mampang, JAKARTA SELATAN
DKI JAKARTA - INDONESIA
12780
Phone : +62-21-7
PENDAHULUAN
Teknologi
dalam prekembangan arus produksi, konsumsi dan distribusi informasi memegang
peranan penting. Hadirnya media baru (New
Media) memberi alternatif masyarakat dalam mencari dan memanfaatkan
sumber-sumber informasi untuk memenuhi kebutuhannya. Media massa konvensional
(tv, radio dan cetak) dituntut untuk melakukan integrasi dengan media baru agar
mampu memenuhi harapan baru bagi pelanggan setianya, baik pembaca online maupun
cetak.
Media
telah berubah menjadi subyek komunikasi yang interaktif dan menjadi sahabat
baru manusia. Pola interaksi sosial yang terbentuk melalui media telah
menciptakan ruang baru (Berimajinasi dan Berinteraksi) bagi kehidupan manusia.
Pokok
Permasalahan
Media cetak mengalami perubahan
karena pengaruh internet, berdampak pada newsroom
dan kinerja jurnalis untuk semua tipe media (tv, radio, cetak).
PEMBAHASAN
Internet sebagai Medium Jurnalistik
Media menciptakan dan mempengaruhi
cakupan serta betuk dari hubungan-hubungan dan kegiatan-kegiatan manusia.
Jurnalistik sebagai kegiatan
melaporkan berbagai kejadian atau peristiwa yang terjadi di masyarakat untuk dijadikan bahan berita oleh jurnalis.
Sementara berita adalah laporan atau pemberitahuan tentang sesuatu kejadian
atau peristiwa yang disampaikan melalui orang lain baik secara lisan maupun tertulis
(Peter dan Salim, 1991).
Berkaitan dengan proses penyebaran
informasi yang dahulunya dilakukan para jurnalis, dengan adanya perkembangan
teknologi sekarang warga negara atau masyarakat dapat menyebarkan informasi
yang tejadi di lingkungan sekitar, kegiatan tersebut dinamakan dengan Citizen Jurnalism. Inilah kecendrungan
jurnalism baru di era internet ini sehingga telah
memasuki cyber world.
Sejauh mana orang-orang mengenal
peristiwa tertentu; seberapa cepat media memberikan dan menyebarkan informasi.
(McQuail:1987;246)
Berita dalam media online
berkembang sangat pesat, tidak saja dalam bentuk multimedia, yaitu menggabungkan teks, audio dan video yang bisa diakses kapan pun dan dimana pun manusia
berada. Sehingga menurut Fidler (1997) multimedia sering disebutnya sebagai mixed media.
Hypertext
Dalam Jurnalistik Online
Internet sebagai medium jurnalistik
memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan media massa lain, yaitu:
-
Format berita (teks, gambar/foto, video, audio, animasi) disajikan secara digital
-
Tidak ada kendala Jarak dan Waktu
-
Mudah mengakses, memproduksi dan
menyebarkan dengan cepat dan murah
Fleksibilitas,
Kapasitas, Immediacy, dan Permanen
Menurut James Glen Stovall (2004)
pada online jurnalism dikenal dimensi
fleksibilitas, kapasitas, immediacy,
dan permanen.
-
Fleksibilitas,
yaitu para reporter dapat memasukan laporan berita mereka dengan berbagai
bentuk untuk informasinya, baik secara full
text, disertai informasi lainnya yang dapat membantu pembaca mengerti
subyek beritanya.
-
Kapasitas, yaitu
terdapat batasan terhadap online
jurnalism yang terletak pada kuota atau ruang data penyimpanan informasi
-
Immediacy, yaitu mengirim
berita secara seketika dan serentak (instantaneous
reporting)
-
Permanen,
yaitu penyimpanan dokumen berita secara digital dalam waktu lama dan terjaga
kualitasnya.
Atau
seperti dikutip dari situs (http://id.shvoong.com/social-sciences/communication-media-studies/2059339-jurnalisme-online-jurnalistik-internet/#ixzz28tBvxY4U),
bahwa menurut ahli jurnalisme asal Amerika SerikatJames C. Foust dalam bukunya, Online Journalism: Principles and
Practices of News for The Web (2005), keunggulan
jurnalisme online dibandingkan dengan yang lainnya adalah :
1.
Audience
Control, audiens lebih leluasa dalam memilih berita.
2.
Nonlienarity,
tiap berita yang disampaikan dapat berdiri sendiri atau tidak berurutan.
3.
Storage and
retrieval, berita tersimpan dan diakses kembali dengan mudah.
4.
Unlimited
Space, memungkinkan jumlah berita jauh lebih lengkap ketimbang media
lainnya.
5.
Immediacy,
cepat dan langsung.
6.
Multimedia
Capability, bisa menyertakan teks, suara, gambar, video dan komponenlainnya di
dalam berita.
7.
Interactivity
, memungkinkan adanya peningkatan partisipasi pembaca.
Interktifitas
dalam media online
Interkativitas dalam media online jurnalism adalah adanya sebuah hubungan antara reporter dengan pembacanya (consumen) dan hubungan yang bermakna
dengan sebuah bentuk baru jurnalistik.
Kesimpulan
Dari penjelasan di atas bisa kita simpulkan bagaimana
pekembangan teknologi komunikasi sangat mempengaruhi perkembangan jurnalistik
di dunia. Mulai dari media cetak, radio, dan televisi. Akibat perkembangan teknologi informasi dan jaringan
(infrastruktur) pada media akhirnya menghasilkan konvergensi media (sinergi),
dengan tidak mengesampingkan akan adanya kebutuhan akses kebebasan informasi
yang cepat, seketika dan transparan, tidak dibatasi ruang dan waktu serta
adanya kepercayaan publik itu sendiri pada berita onlie, dan perkembangan jaman yang semakin cepat dan
serba modern ini telah ‘memaksa’ kita untuk bisa menyesuaikan diri atas
kecanggihan teknologi ‘barat’ yang menyerbu negeri ini.
Daftar pustaka:
Hadi, Ido Prijana. Jurnal Perkembangan Teknologi Komunikasi dalam Era Jurnalistik Modern.
Universitas Kristen Petra
Nurudin. 2009. Jurnalisme Masa Kini. Jakarta: Raja Grafindo Persada
http://www.republika.co.id/berita/rol-to-campus/uin-sunan-gunung-djati/12/10/21/mc8tmy-perkembangan-teknologi-dan-jurnalisme-online
Pernah makan pocong? Atau mencicipi kolor ijo? Minggu
(02/05/2013) sore, sejumlah orang berkerumun. Mereka antre minta pocong, pesan
iblis untuk dibawa pulang, atau menunggu kuntilanak diantarkan. Tenang dulu.
Ini tak ada hubungannya dengan praktik ilmu hitam, pesugihan di gunung atau
gua-gua yang kental nuansa mistis. Ya, `pocong' dan teman-temannya itu bukan
makhluk halus seperti dalam film. Mereka ini nama-nama menu makanan di Warung
Es Pocong yang tampak di pinggir Jalan Raya Margonda, Depok, tepatnya di depan
Warung Es Pocong.
Es Pocong adalah
salah satu tempat wisata kuliner yang terkenal di Depok. Nama Es Pocong ini
dipilih hanya sebagai strategi untuk menarik pelanggan dan warung ini terletak
di kawasan Kober, yang dalam Bahasa Betawi berarti kuburan. Tempat ini memang
selalu ramai, tidak pernah sepi pengunjung. Kebanyakan pengunjung yang datang
adalah dari kalangan mahasiswa dan pelajar. Mengapa demikian? Karena Lokasinya
sangat strategis, terletak persis di pinggir jalan Margonda, sangat dekat dengan
Stasiun Universitas Indonesia, dekat dengan beberapa kampus, tapi kalau akhir
pekan banyaknya keluarga. Tempatnya memang tidak terlalu besar, tetapi rasa
makanannya sangat enak dan harga makanan dan minuman yang ditawarkan sangat
murah.
Warung Es Pocong berkonsep `seram.' Dindingnya dicat merah dan hitam. Merah
di bagian atas hingga setengah tembok, sisanya dipulas warna hitam.
Di sekeliling tembok dipasang topeng-topeng Panthom.
Gerobak di dalam warung itu tak kalah seram, kedua tiang gerobak ditempeli
dengan pocong mini. Bohlamnya berwarna kuning, tak terlampau terang,
menciptakan efek remang-remang mengerikan
Es Pocong merupakan
kreasi dari Racmat Ramadani bersama dua saudaranya, Aris dan Hakim. Sejak pertama kali diperkenalkan
pertengahan Juni 2006, sudah banyak menarik perhatian orang. Soalnya, dari namanya bikin orang penasaran.
Sesuai dengan
namanya, Es Pocong memiliki nama hidangan yang unik dan tak kalah menyeramkan
dan menakutkan, lain daripada yang lain. Nama-nama makanan dan minuman yang
disuguhkan antara lain seperti
Green Goblin, Es Kuntilanak, Vodoo, Kolor Ijo, dan
di tempat makan tersebut juga menjual makanan dengan nama-nama yang unik,
seperti:
Nasi Uduk Tuyul,
Lontong Setan
Hidangan yang paling
dinantikan dan disukai para pengunjung adalah Es Pocong, nama dari tempat makan
itu sendiri. Terdapat aneka rasa yang dapat dipilih sesuai dengan selera, ada
rasa stroberi, blueberry, cokelat, vanila, dan durian. Es Pocong sendiri banyak
membuat pensaran, sehingga kedai ini pun menjadi populer.
Mendoan Iblis bisa didapat dengan Rp2.500,00
Rp6.000,00 buat segelas Es Pocong
Tak hanya dua menu itu. Warung Es Pocong masih punya
beraneka menu unik lain.
Menu di warung itu didominasi ragam minuman soda,
seperti:
Kolor Ijo (sirup melon dicampur susu dan soda), Sundel
Bolong (sirup stroberi dicampur susu dan soda), atau Kuntilanak (sirup apel
dicampur susu dan soda).
Semuanya dibandrol dengan harga Rp6.000,00.
Mie Ronggeng, dan
Roti Mohawk (aneka macam roti bakar).
Seporsi makanan tersebut dihargai antara
Rp8.000,00-Rp10.000,00.
Warung Es Pocong dibuka setiap hari. Saat hari biasa,
ia buka dari pukul 08.00-22.00 WIB. Sedangkan saat Bulan Ramadan seperti
sekarang, Warung Es Pocong hanya buka setengah hari, pukul 16.00-22.00 WIB.
Menjelang maghrib, Warung Es Pocong makin dipadati
pembeli. Mereka mengular, antre membeli Mendoan Iblis atau aneka minuman di
sana.
Selain di
Kober, Jalan Margonda Raya, Depok, Warung Pocong bisa kita temukan di Lenteng
Agung, Tangerang, Solo, hingga Medan.
Liputanvita: Insiden kebakaran
menimpa sebuah rumah konveksi di Komplek Kunciran, Tangerang-Banten Sabtu (01/06/2013).
Kejadian ini terjadi sekitar pukul 15.00,
kobaran api tidak sampai menyambar ke rumah warga yang lain karena Tiga unit Pemadam
kebakaran dan petugas penyelamat yang dikerahkan ke lokasi bisa menguasai api
yang berkobar hingga menembus atap selama 1 jam.
“Api muncul dari kabel lampu dekat atap, kayanya sih gara-gara konsleting arus listrik, api langsung menyambar tumpukan kain konveksi, lalu saya, 8 orang pegawai, dan warga coba matiin api supaya engga menyambar ke rumah warga yang lain.” laporan mira (37 tahun) sebagai saksi mata dan pegawai konveksi rumahan tersebut.
“Api muncul dari kabel lampu dekat atap, kayanya sih gara-gara konsleting arus listrik, api langsung menyambar tumpukan kain konveksi, lalu saya, 8 orang pegawai, dan warga coba matiin api supaya engga menyambar ke rumah warga yang lain.” laporan mira (37 tahun) sebagai saksi mata dan pegawai konveksi rumahan tersebut.
Tak ada korban tewas ataupun luka-luka.
Pemilik konveksi rumahan belum bisa diwawancara karena masih trauma. Ketika
kejadian pemilik konveksi rumahan sempat pingsan.
“ya bagaimana tidak pingsan, pesanan baju
seragam dari 3 sekolah taman kanak-kanak harus jadi bulan ini, tapi bahan
bajunya ludes kebakar.” Dewi (40 tahun) pegawai konveksi rumahan. Kerugian
ditaksir sekitar puluhan juta. (ocvita)
Jamu seringkali malah menjadi alat orang
tua menakuti anak kecil bandel yang susah diatur. Ada kesan yang tertanam jamu
itu menakutkan hingga sikecil tumbuh dewasa. Hal ini yang mendasari Retno
Widati berupaya melestarikan jamu agar tidak punah dimakan zaman yang modern.
Ide ini mucul ketika dirinya kedapatan
melihat seorang ibu penjual jamu gendong di pasar. Dari hasil pembicaraannya,
diketahui suami penjual jamu gendong tersebut adalah perajin es dungdung.
“Kemudian saya berpikir kenapa
tidak dibuat saja dari jamu menjadi es krim. Kan jadi inovasi baru,” kata Retno.
Dengan sekali proses pembuatan selama
15-20 menit, dapat menghasilkan minimal 50 cup es krim jamu. Satu cup es krim
jamu bila dilempar ke pasar, Ia taksir harganya hampir sama dengan yang dijual
di salah satu toko es krim biasa yang cukup tenar di Jalan Veteran,
Jakarta.
Daun Jambu Biji memang mempunyai banyak khasiat seperti mengobati diabetes
dan diare, akan tetapi seringkali disajikan secara sederhana, misalnya daun jambu biji dimakan langsung atau direbus dan
disajikan seperti teh. Dari cara penyajiannya ada kesan yang tertanam seperti memakan obat pahit
atau meminum jamu yang rasanya menakutkan. Hal ini yang mendasari Saya untuk memperbaiki kesan yang
menakutkan dari penyajian Daun Jambu Biji sebagai makanan enak yang sehat untuk
tubuh.
Ide ini mucul ketika saya mengamati pohon Jambu biji, kemudian saya
memikirkan dan saya memutuskan untuk membuat Keripik Daun Jambu Biji, penyajian
daun jambu biji dibuat menjadi keripik karena Keripik adalah makanan ringan
yang gurih dan digemari serta dapat dinikmati oleh semua umur, sehingga dengan
adanya keripik daun jambu biji ini semua umur khususnya anak-anak dapat dengan
mudah mengkonsumsi daun jambu biji sebagai pencegah dan mengobati penyakit yang
ada di dalam tubuh.
Tujuan dibuatnya keripik daun jambu biji adalah
1.
Membuat makanan ringan yang dapat
mencegah sekaligus mengobati penyakit dalam tubuh.
2.
memperbaiki kesan yang menakutkan dari
penyajian Daun Jambu Biji sebagai makanan enak yang sehat untuk tubuh
3.
agar semua umur dapat dengan mudah menikmati
daun jambu biji.
4.
Membuat usaha produksi makanan ringan
yang berbeda dengan makanan ringan lainnya.
Proses
pembuatan keripik daun jambu biji ini sangat mudah dan tidak lama, karena
pembuatan keripik ini sama seperti membuat keripik lainnya, hanya saja bahan
dasar yang berbeda.
Komposisi:
-
Daun jambu biji muda
-
Minyak goreng
-
Tepung terigu
-
Garam
-
Lada
-
Ketumbar
-
Bawang putih
-
Penyedap rasa
-
Air secukupnya
Cara pembutan
-
Cuci daun jambu biji
-
Belah menjadi dua bagian, hilangkan
batang yang berada diantara kedua daun tersebut
-
Haluskan bumbu seperti ketumbar, bawang
putih, lada, garam.
-
Buat adonan keripik dari tepung terigu
yang dicampurkan dengan air, dan bumbu yang sudah dihaluskan tadi,
-
Aduk secara rata dan campurkan sedikit
penyedap rasa kedalam adonan.
-
Masukkan potongan daun jambu biji satu per satu ke dalam adonan
-
Panaskan minyak goreng, lalu goreng daun
jambu yang sudah dicampurkan adonan tersebut hingga matang.
-
Angkat lalu tiriskan
-
Kemas keripik daun jambu biji bila sudah
tidak panas.
Bila
keripik ini di jual ke masyarakat, harganya hanya 2000 rupiah per 250 gram.
Selamat Mencoba.
Sabtu, 08 Maret 2014
Presiden SBY saat memberikan cd film kampanye antikorupsi kepada perwakilan masyarakat, pada peringatan Hari Antikorupsi Sedunia 2103 di Istana Negara, Senin (9/12) pagi. (foto: abror/presidenri.go.id)
Korupsi. Siapa yang tidak kenal dengan kata Korupsi? Hampir semua orang di Indonesia sudah mengenal kata Korupsi. Seperti yang kita tahu, Korupsi adalah perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri, orang lain dan bangsa. Korupsi juga merupakan musuh utama bangsa yang harus diperangi dan diberantas. Memberantas korupsi memang tidak mudah, harus dilakukan secara sistematis dan sabar karena membutuhkan waktu yang panjang.
“Pemberantasan korupsi merupakan agenda berkelanjutan, tidak akan pernah berhenti” tegas Presiden SBY pada Hari Anti korupsi Sedunia pada 9 Desember 2013. Usaha untuk memberantas Korupsi tidak hanya terjadi di Indonesia melainkan juga di semua Negara. Karena itulah, Presiden SBY telah mengeluarkan Perpres Nomor 55 Tahun 2012 tentang Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi atau yang biasa disebut dengan Stranas PPK. Usaha memberantas korupsi bukan hanya membawa koruptor sampai ke meja pengadilan, melainkan juga meniadakan dan mencegah adanya sumber atau generasi korupsi berikutnya.
Presiden SBY senantiasa medukung berbagai upaya yang dilakukan para penegak hukum untuk memberantas korupsi dan menjunjung tinggi hak asasi manusia demi Indonesia yang semakin bersih dari perilaku korupsi. Indonesia adalah Negara hukum dan keadilan harus ditegakkan, siapapun yang melakukan tindakan korupsi akan diperiksa dan diproses secara adil sesuai dengan hukum yang berlaku.
Pemberantasan korupsi di masa Pemerintahan Presiden SBY bisa dibilang paling meningkat sepanjang sejarah. Hal tersebut bisa dilihat dari Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia dari tahun 2004 berjumlah 2,0 hingga tahun 2013 mengalami peningkatan menjadi 3,2. Dengan demikian Indonesia kini berada di peringkat 114 dari 117 negara di dunia. Hasil survey Badan Pusat Statistik (BPS) tentang Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK) juga mengalami peningkatan dari 3,55 pada tahun 2012 hingga tahun 2013 mencapai 3,65. Meskipun mengalami peningkatan nilai sedikit, hal ini merupakan kemajuan yang cukup berarti bagi bangsa Indonesia, maka dari itu kita sebagai penerus bangsa berusaha untuk perangi korupsi.
Usaha yang dilakukan oleh tiga penegak hukum yaitu Polri, Kejaksaan Agung and KPK merupakan sebuah prestasi yang harus didukung oleh seluruh elemen bangsa dalam memberantas korupsi. Ketiga institusi tersebut telah berhasil menyelamatkan uang Negara dengan nilai masing-masing Polri Rp. 2,093 triliun, Kejaksaan Agung Rp 13,327 triliun dan USD 19,06 juta serta KPK Rp 152,2 triliun
Lembaga Negara
|
Jumlah Uang
|
Polri
|
RP. 2,093 triliun
|
Kejaksaan Agung
|
Rp. 13,327 triliun dan
USD 19,06 juta
|
KPK
|
152,2 triliun
|
Tabel 1.1 Jumlah Penyelamatan Uang Negara
Presiden SBY selalu memberikan ijin bagi pejabat Negara yang akan diperiksa terkait kasus korupsi, sepanjang pemerintahan Presiden SBY telah tercatat 176 ijin kepada pejabat Negara, dimana 101 ditetapkan menjadi tersangka dan 30 orang menjadi saksi. Dan sebanyak 1187 anggota DPRD juga telah diperiksa karena diduga terjerat kasus korupsi.
Pemberantasan korupsi tidak cukup dengan memberikan hukuman penjara ataupun denda, tetapi juga diperlukan pencegahan tindak korupsi. Pemerintah juga telah melakukan beberapa cara untuk mencegah korupsi, seperti saat ini, hampir di setiap kementrian dan lembaga Negara telah memiliki sistem pengaduan tindak korupsi atau Whistleblower system yang bekerjasama dengan KPK. Selain itu, beberapa lembaga Negara yang juga turut membantu seperti PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) dan Lembaga Ombudsman. Dan saat ini sudah mulai diwacanakan larangan melakukan transaksi dengan uang tunai dalam jumlah nilai mata uang tertentu, tindakan tersebut dilakukan agar setiap transaksi dapat dilakukan melalui perbankan sehingga PPATK dapat memantau.
Jika lembaga Negara sudah berusaha untuk memberantas korupsi, maka kita sebagai generasi penerus bangsa ikut serta dalam memberantas korupsi. Mulailah dari diri kita sendiri perangi dan cegah tindak korupsi sejak dini.
Langganan:
Postingan (Atom)
pingbox vita
Blog archive
-
▼
2014
(12)
-
▼
Maret
(12)
- Pesta Rakyat Demokrasi 2014, Anak-Anak Tak boleh D...
- NASKAH DRAMA MODERN
- Drama legenda percampuran
- contoh pengumuman untuk media
- PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI DALAM ERA JURNAL...
- Pesona Mistis “Es Pocong” Kuliner Depok
- Bahan Baju Ludes di makan Si Jago Merah
- WAW, Ada Es Krim Jamu
- Resep Keripik Daun Jambu Biji
- Presiden SBY: Berantas Korupsi Tak Pernah Berhenti
- Wisata Edukatif Murah : Cimory Dairy Tour
- NASKAH SEMI DOKUMENTER Peran dan Pengaruh Media Ma...
-
▼
Maret
(12)












